Skip to main content

Hidup Adalah Pilihan Menjadi pejuang atau pecundang?

Menjadi pahlawan atau penghianat?
Menjadi pelopor atau pengekor?
Menjadi pelaku sejarah atau penonton yang selalu mengeluh, mencibir dan tidak  berbuat apa-apa untuk rakyatmu?

Kalian masih ingat dengan tatapan mata dan wajah umat islam saat gerakan 212 yang heboh itu, bahwa mereka telah memilih menjadi pelaku sejarah, kemudian kalian lihat orang-orang disekeliling kalian berdiri, kalian dapat rasakan getaran suara dan nafas mereka, seperti saudara-saudara  kalian yang terzhalimi ketika peritiwa berdarah di tianamen. Aku yakin bahwa hati kalian berdua bergetar kemudian kalian saat itu berteriak dengan suara lantang, bahwa mereka adalah pejuang keadilan bukan pelaku makar.

Sinar mata kalian berdua yang sedang membaca rangkaian kalimat ini, aku rasakan dari kejauhan bahwa kalian ingin mengajak mereka yang kulitnya dan matanya sama dengan kalian berdua untuk berjuang, aku hanya ingin mengingatkan kepada kalian berdua bahwa kalian adalah pelopor, bahwa kalian adalah pemberani. Sudah cukup bagi kami kehadiran kalian berdua, bahwa kalian adalah merah putih dan kalian adalah pancasila dan kalian adalah Indonesia

Dan bagi saudara2ku lainnya yang sempat membaca postingan ini, tidak penting bagiku apa suku, agamamu Jika engkau seorang pelajar, mahasiswa, pemuda, pekerja, guru, buruh, pegawai negeri atau swasta, pekerja lepas, pekerja kontrak ataupun seorang ibu rumah tangga, hatimu tidak bergetar saat seruan para tokoh agama dan tokoh bangsa bergerak menuntut keadilan pada gerakan 212 , maka bagiku engkau bukanlah siapa-siapa, apalagi engkau membiarkan zeng wei jian dan Lius Sungkarisma sendiri berjuang menata tiras-tiras kehidupan yang tercecer oleh kekuasaan yang menyimpang, Padahal aku tau, bahwa engkau mampu mengajak banyak teman dan saudara bersama mereka berdua yang tercatat sebagai non muslim dan china untuk menata Indonesia Lebih Baik.

Mungkin kata dan kalimat ini adalah sampah jika dikatakan sampah oleh mereka yang anti Zeng Wei Jian dan Lius Sungkarisma tapi mereka adalah pelopor dan tokoh yang telah menyelamatkan kalian dari rasa marah dan kecewa Umat Islam saat itu. Bahwa musuh Islam bukan kristen dan bukan china keturunan tapi hanya sang penista.

Atas keberanian itulah, Maka Kalian berdua Zeng Wei Jian dan Lius Sungkarisma Berhak Mengatakan Kepada Ibu dan leluhur kalian, bahwa Hidup mereka Tidak Sia-Sia karena Telah Melahirkan Pejuang. Berjuang Indonesia Lebih Baik dan Berkeadilan.
Salam Hormat Atas Keberanian Kalian

Agung Mozin
aM_oZ

Share this post

Comments (0)